Jalan-jalan ke Kalimantan Selatan

Kamis, 19 Maret 2020







Hai Pals!
Pasti tahu pulau Kalimantan, yang nanti akan menjadi ibu kota negara terus berbenah. Tapi kali ini saya akan bercerita tentang  kunjungan  saya ke pulau Kalimantan bagian selatan.
Ketika pesawat akan mendarat, saya sungguh ternganga melihat pulau yang begitu luasnya, maklum saya tinggal di pulau Jawa. Hamparan lahan yang begitu hijau, mata segar sesaat menikmati hijau dedaunan.



Airportnya memang tidak sebesar Juanda Internasional, jadi saya tidak perlu jalan terlalu jauh untuk ambil bagasi. Penjemput kami sudah berada di pintu depan jadi saya langsung naik mobil berkeliling, dari airport lama perjalanan dari satu tempat ketempat lain membutuhkan waktu yang lumayan lama karena memang luasnya tiap tempat yang dituju berbeda dan sangat jauh. di perjalanan saya sempat incipin kuliner disana, yaitu ketupat Kandangan. Ketupat Kandangan menggunakan ikan gabus (haruan) yang berkuah santan kemudian di siramkan ke ketupat, biasanya menu ini disajikan untuk sarapan pagi.



Menu kuliner lain yang pernah saya coba disana adalah burung Belibis, burung ini kabarnya sudah sulit di dapat sehingga menjadi menu special, harganya lumayan mahal 1 porsinya 100.000. Ukuran burung Belibis ini kurang lebih sama dengan burung dara, Pals! Karena sekarang tidak lagi dibuat penangkaran burung Belibis jadi harganya sedikit melambung. Untuk rasanya sendiri juga mirip dengan burung dara, di tempat makan yang saya singgahi menu ini digoreng disajikan bersama dengan  lalapan dan  sambalnya.
Kemudian saya juga mencicipi soto Banjar, menu ini wajib lho kalau kamu sudah mendarat disana. Rasanya enak dan kaya rempah-rempah, kebetulan saya juga penyuka soto memperkaya perbendaharaan  saya  dengan  mencoba menu soto yang  ini.
Kue yang sangat terkenal disana adalah kue bingka Banjar, sebetulnya kue ini hanya ada pada saat bulan Ramadhan. Rasanya gurih dan manis, bahan dasarnya adalah kentang jadi sekilas sangat mirip dengan kue Lumpur kalau di Jawa tapi sedikit ada perbedaan rasa yang khas. Suka? Banget, sebab saya penyuka kue tradisional juga. Tapi kebetulan ada ibu  Elinda yang berkenan membuatkan khusus buat kami.
Jangan lupa berkunjung ke Martapura, disana banyak sekali yang bisa dibawa sebagai buah tangan mulai dari tas manik-manik yang sangat terjangkau harganya, batu-batuan, dan t-shirt dengan tulisan atau gambar khas Kalimantan Selatan.




Kalimantan Selatan juga memiliki kain sasirangan, dengan ciri khas warnanya yang sangat terang tetapi tidak mudah luntur, dengan harga yang sangat bervariasi. Saya menemukan toko kain sasirangan yang harganya sangat terjangkau. Apabila beli satuan harganya 85.000 bila kamu beli 10 kain maka bisa mendapatkan harga 70.000/kain.






Sebelum kembali ke pulau Jawa, saya berkunjung ke sungai Barito. Sungai yang sangat luas dan bersih disana ada kegiatan pasar apung pada setiap hari Sabtu mulai pukul 04.00 WITA samapai pukul 08.00 WITA. Pasar ini menjual berbagai macam buah atau sayuran dengan cara pembelian cash atau sistem barter, keunikannya kegiatan ini dilakukan di atas perahu oleh  para perempuan.
Di sekitar pasar apung ini, ada aparat yang berjaga yaitu polisi sungai dan polisi bersepeda yang gagah. Disekitar pinggir sungai juga ada kegiatan seperti pasar pagi yang menjajakan aneka sarapan. Kamu juga bisa berwisata sungai dengan menggunakan perahu klotok dengan tiket yang sangat terjangkau.








Indonesia memang indah kan? Siapkan rangselmu Pals! dan nikmati indahnya pulau Kalimantan
Selatan. Sampai bertemu lagi di next trip, yang tentunya akan lebih seru dan menarik lagi pasti, Bye!



1 komentar