Menelusuri Jejak Suku Sasak

Selasa, 10 Maret 2020






Halo, ladies!

 

Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda kecil atau Nusa Tenggarayang terpisahkan oleh selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan selat Alas di sebelah timur Sumbawa. Pulau ini kurang lebih berbentuk bulat dan semacam ekor di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km.
Saat persiapan landing, yang saya lihat adalah hamparan hijau pepohonan yang sangat luas. Karena perjalanan saat itu di musim hujan, pesawat kami sempat mengalami delay selama 2 jam. Menuju ke kota Mataram menggunakan taksi dengan harga Rp. 150.000,- karena ternyata dari Bandara ke kota Mataram lumayan jauh.
Di pulau Lombok oleh pemerintah setempat tidak diperkenankan adanya pabrik, jadi pulau ini terjaga dari kepungan asap pabrik. Pemerintah fokus terhadap pengembangan sektor pariwisata. Penduduk pulau Lombok mayoritas beragama Islam, jadi wisatawan asing yang berkunjung ke sana mengikuti budaya setempat dengan berpakaian lebih sopan. Tidak tersedia minuman alkohol berlebihan, dan tidak ada club malam.
Yang berjajar di sekitar pantai Senggigi hanyalah cafe - cafe berkonsep alam dan natural. Ombak pantai di pulau Lombok juga tidak terlalu besar namun sangat indah. Bahkan rasanya perlu waktu lebih lama untuk menelusuri keindahannya.
Ibu kota: Mataram
Provinsi: Nusa Tenggara Barat
Durasi penerbangan: 50 menit
Airport : Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Harga tiket pesawat : mulai Rp. 700.000 ,-
Harga hotel: mulai Rp. 300.000,-


Asal usul penduduk pulau Lombok terdapat di beberapa versi, salah satunya yaitu kata “sasak” yang berasal dari kata “sah” yaitu pergi dan “shaka” yaitu leluhur.
Penduduk suku Sasak beragam Islam, tentunya ada sedikit pertanyaan yang menggelitik, sebab seperti kita semua tahu bahwa lantai tempat tinggal suku Sasak dibuat dari kotoran sapi lalu bagaimana cara mereka menjalankan sholat 5 waktu? Jawabannya adalah mereka memiliki masjid yang semua perlengkapan ibadah mereka disimpan di dalamnya. Jadi mereka selalu menunaikan ibadah di masjid.
Mereka menggunakan kotoran sapi sebagai lantai rumah sebab mereka memiliki keyakinan bahwa kotoran sapi akan menghindarkan mereka dari penyakit sesak nafas dan menjaga lantai rumah agar tidak retak. Lulur lantai ini dilaksanakan berkala setiap 4-5 hari dan dilakukan di pagi hari saat kotoran pertama ternak sapi atau kerbau jadi bukan sembarang kotoran sapi atau kerbau.


sehari-hari suku Sasak adalah bertani, sementara para wanita membuat tenun ikat yang sangat cantik. Jenis tenun ikat ini ada 2 yaitu tenun ikat yang hanya bisa dikerjakan di saat tertentu setelah berpuasa dan tenun ikat yang bisa dikerjakan sehari-hari. Mereka juga memiliki kopi khas yang dicampurdengan beras sehingga tidak berbahaya bagi penderita penyakit maag.
Dan penduduk dusun Sade atau suku Sasak, saat ini sudah modern. Mereka sudah bisa menggunakan WhatsApp untuk memasarkan tenun ikat, dan berbahasa Inggris. Sebab mereka juga memperkenankan bagi para wisatawan baik asing maupun lokal untuk menginap disana guna mempelajari dan berbaurdengan mereka, jelas inak topan (28 tahun). Inak adalah sebutan ibu.
Pulau Lombok yang indah memang sayang untuk dilewatkan begitu saja, bahkan kulinernya pun sangat menarik seperti ayam Taliwang. Jadi buat para traveler, siapkan agendamu untuk mengunjungi pulau Lombok. Untuk para backpacker kalian bisa menggunakan alternatif kapal laut dari KMP Legundi selama 2 hari perjalanan dari Surabaya ke Lombok, dengan biaya:
Dewasa Rp. 87.000,-
Anak-anak Rp. 62.000,-
Dan kamu tidak perlu waktu lama untuk jatuh hati pada keindahan dan keunikan pulau Lombok. Bahkan 5 hari disana belum cukup rasanya untuk memuaskan hati dan jiwa berpetualang di pulau Lombok.

1 komentar