Social Distancing Di Kotaku, Mojokerto

Senin, 30 Maret 2020


                                                                       
                                                                       

Kemarin saya harus keluar karena bahan pangan di dapur sudah menipis, bingung mau kemana karena saya juga harus mempertimbangkan keselamatan dengan semakin mewabahnya Corona. Pilih supermaket yang cukup luas agar bisa melakukan social distancing, sebelumnya kalau mendesak sekali saya belanja dekat rumah tetapi pilih waktu pagi hari pukul 06.00 wib disaat belum banyak pengunjung yang datang. Waktu itu, saat saya berbelanja di supermarket waralaba  hanya 3 orang pengunjung dan semua saling menjaga jarak tapi waktu itu pandemi belum seperti saat ini pintu masuk supermarket yang manual jadi saya menggunakan siku untuk mendorong pintu masuk.

Karena wabah semakin meluas maka saya pilih supermaket yang menurut saya lebih aman, kalau biasanya tombol masuk area supermarket harus dipencet kali ini dijaga petugas agar pengunjung tidak perlu pencet tombol. Setelah parkir, kami mendapati tempat cuci tangan di samping pintu masuk. Tempat parkir lebih sepi dari biasanya hanya ada beberapa mobil saja.






Masuk pintu utama, saya di sambut oleh petugas yang mengukur suhu tubuh setelah itu menyemprotkan disinfektan ke tangan saya. Di dalam suasana sangat lenggang semua saling menjaga jarak dan saya pun menggunakan masker sama seperti yang lain. Meski saya juga tahu sebenarnya masker hanya untuk yang sakit, tetapi rasa aman secara psikologis lebih kuat bila menggunakan masker dan menurut saya tidak ada salahnya menggunakan masker.





Para petugas pun semua bermasker dan menjaga jarak, sepi sekali. Saya berbelanja secukupnya bahkan bahan tertentu saya belum dapatkan karena stok kosong. Akhirnya saya pun memutuskan untuk menyelesaikan  belanja lebih cepat. Menuju ke tempat kasirada garis hitam yang menjaga jarak antara satu orang dengan orang lain,setelah itu saya bergegas pulang kembali ke rumah.






Menyempatkan berkeliling dengan tanpa turun dari kendaraan, jalan yang biasanya ramai juga nampak lenggang, rupanya masyarakat sudah menyadari betul bahaya dari virusini. Di perumahan tempat tinggal saya juga dilakukan penyemprotan disinfektan ke semua rumah pada hari Minggu pagi untuk mencegah penyebaran Corona.

Apa pun akan di lakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran yang semakin meluas wabah ini, bahkan menghimbau agar mereka yang ada di Jakarta untuk tidak mudik ke kampung halaman masing-masing. Nah, yuk kita ikuti aturan pemerintah dengan Stay at Home, Social distancing dan menantiasa menjaga imunitas tubuh serta selalu berpikir positif bahwa mungkin waktunya alam cooling down sejenak. Oke, bila ada kesempatan saya update hal-hal tentang penangganan wabah Corona di kota saya Mojokerto. Sehat terus ya Guys, sampai jumpa!


1 komentar