Teknik Dasar Fotografi

Kamis, 19 Maret 2020


Hai Pals!
Dunia fotografi  saat ini sudah semakin berkembang, dan  sangat disukai  oleh tua  maupun muda, laki-laki maupun  perempuan, menggunakan kamera  profesional  atau  kamera  handphone. Bahkan  kalangan muda mungkin lebih cepat dalam  menyerap  ilmu tentang teknik  fotografi  dari  berbagai sumber.

Fotografi  merupakan foto  yang  dengan  melihat orang  akan bisa menangkap cerita  yang  tersirat di dalamnya. Dengan  berbagai teknik editing  yang  membantu  fotografer  lebih  menonjolkan sisi dramatis dari foto yang ingin disampaikan.
Beberapa seni dalam  fotografi  yaitu  ada food  fotografi, ada  macro  fotografi, ada human  interest, ada flat lay fotografi,  baby  new  born fotografi  dan  masih  banyak  lagi. Fotografi  itu  sifatnya subyektif  jadi  terkadang  menurut si  fotografer  bahwa  foto  hasil  jepretan  dia  sudah cukup sempurna tetapi  belum  tentu  demikian  dengan  penikmat  foto  tersebut.
Bila kamu, memotret menggunakan  handphone saja, maka yang perlu di perhatikan adalah setting cahaya apabila sedang  memotret di out door. Di dalam ruangan pun demikian, pastikan obyek  mendapatkan cukup cahaya agar hasil foto bisa out standing.

Untuk  memotret  makanan, pada  handphone lebih baik menggunakan teknik flat lay untuk mencegah distrosi pada hasil foto. Distorsi adalah  hasil foto nampak seperti miring atau bahkan makanan yang difoto  nampak seperti mau tumpah.
Agar  menampilkan hasil foto yang out standing, foto di bisa di edit sederhana menggunakan aplikasi Snapseed. Kemudian foto siap di tampilkan di Instagram kamu atau di media sosial kamu lainnya.
Bila menggunakan  kamera DSLR, prinsipnya sama yaitu syarat utama adalah memperhatikan cahaya yang ada, apabila memotret makanan di dalam  ruangan dan tidak  ada cahaya matahari yang  masuk tentu  saja  perlu  menggunakan bantuan lampu artificial.

Kamera ini perlu memperhatikan ISO yang merupakan kemampuan atau tingkat sensitifitas sensor  pada  kamera terhadap cahaya, semakin besar nilai dari ISO semakin besar dan sensitif  terhadap  yang didapatkan. Sedangkan  f  atau  aperture  yang merupakan bukaan diafragma pada lensa kamera ditandai dengan “f/angka” semakin kecil angka di belakang f maka bukaan  akan semakin besar. Misal pada lensa 100 mm, f/4 maka mm bagi 4 jadi bukaannya adalah 25 mm maka artinya aperture akan terbuka 25.

Sedangkan  Shutter  speed, mengatur  lama waktunya  diafragma  terbuka. Shutter speed  diukur dengan  detik  dan  kelipatan 2, contoh 1/2000 (sangat cepat), 1/1000, 1/500, ..., 1/60 (lambat), ..., 1/8 (sangat lambat).

Jadi sebelum mulai memotret, kamu harus tahu  pengaturan  kamera sebagai senjata yang akan dipakai untuk  mengambil gambar. Berlatih  adalah  kunci dan juga melihat hasil foto para fotografer  idolamu sebagai referensi untuk  memperkaya wawasan tentang  teknik  memotret. Pada food fotografi, seni menata makanan juga sangat  penting  selain pengambilan angle yang  pas.
Sudut pengambilan (angle) ada beberapa macam:

1.    1  Normal angle (eye level),
















2    2.High level (pengambilan gambar dari sudut  pandang  tinggi)













3    3. Low level, pengambilan gambar dari sudut terendah














      4. Frog level (pengambilan gambar dari sudut pandang sangat rendah dan dekat)














5    5.  Bird level ( sudut burung memandang ke bawah).














Yang pasti, setiap seni memiliki teknik masing-masing. Dan kalian perlu belajar tekniknya, perlu melihat hasil karya orang lain agar wawasan terbuka dan  ke depan hasil karyamu akan semakin baik serta jangan malu menerima setiap masukan.


1 komentar