Street Food Khas Indonesia

Selasa, 26 Januari 2021




street food gorengan

dokumen pribadi

 

Hai teman,

Apa sih yang terlintas di benak kamu saat terucap kalimat street food?....

Makanan murah, makanan enak, makanan sejuta umat, makanan ringan, makanan unik, makanan khas, makanan kaum muda dan masih banyak lagi kan? Dan street food itu disukai banyak orang, termasuk para wisatawan yang banyak berburu street food agar bisa merasakan sensasinya dan biasanya akan mengabadikannya di sosial media mereka.

Gimana dengan harganya?

Buat kamu yang suka jalan (traveling) selain sensasi makanan dan suasana street food yang membuat penasaran, street food pastinya ramah di kantong. Beli secukupnya dan bisa jajan ke tenant berikutnya disepanjang jalan asyiknya merasakan berbagai macam menu makanan tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

baca juga: Review Resto Brawijaya Garden

Tahu gak sih kenapa tiba-tiba aku nulis tentang street food? Aku nulis ini bukan sekedar kangen dengan makanan ini tapi juga kangen dengan situasi tempat makanan ini disajikan. Dulu kita bisa seenaknya menikmati street food dengan teman-teman sambil nongkrong bareng dan becanda kesana-kemari. Sekarang tahan dulu, bukan tidak boleh beli tapi take away aja yaa...

Dan kebetulan aku penggemar street food, dimana kita bisa duduk santai sambil ngemil makanan ringan di sepanjang jalan kalau di kota Mojokerto ada di Benpas (benteng Pancasila) sambil ngobrol rame-rame kebayang kan serunya. Bener-bener jadi tambah kangen aja ...

Namun sekarang suasana sedikit berbeda karena kita hanya bisa take away, makanan street food untuk menghindari kerumunan dan mematuhi ajuran pemerintah serta mentaati peraturan untuk mencegah penyebaran covid ini. Bahkan sering diadakan operasi ketertiban covid oleh gabungan TNI-POLRI baik itu operasi masker maupun tentang jam operasional tenant street food disana jadi suasana di street food tidak lagi semeriah dulu.

baca juga : Wisata Kuliner Tahu Pedes Mlothot Kota Malang

Ada beberapa street food yang ingin aku ulas sekedar untuk mengingatkan kembali bahwa makanan ini sangat disukai banyak orang atau biasa kita sebut makanan sejuta umat tapi makanan ini juga makanan khas Indonesia.

Berikut adalah beberapa makanan street food yang banyak dijumpai:


street food pentol pedas


1. Pentol pedas

Pentol atau bakso ini biasanya disajikan tanpa kuah, diberi saus kacang atau saos merah biasa campuran saos tomat dan saos cabe yang dibungkus plastik dan diberi tusuk yang terbuat dari batang bambu.

Harga relatif terjangkau, sekitar 5.000 rupiah atau tergantung dari permintaan pembeli, makin banyak pentol yang diminta maka harga juga menyesuaikan.


street food rangin ( kue pancong)


2. Rangin atau Kue Pancong

Rangin yang mempunyai cita rasa gurih ini saat ini sudah dimodifikasi menjadi beberapa varian rasa Dengan adanya penambahan topping, seperti topping coklat, topping keju dan original.

Harga juga cukup terjangkau sekitar 10.000 rupiah saja perpaketnya.


street food serabi

dokumen pribadi


3. Surabi

Di beberapa kota, surabi memiliki sedikit perbedaan cara penyajian. Di kota Solo, surabi disajikan tanpa kuah sedangkan di kota saya surabi disajikan dengan kuah santan legit yang tidak kalah nikmat.

Harga 1 paket surabi dibandrol harga 5.000 rupiah saja.

baca juga: https;//slides.com/pewe19/sistem-erp#/1

4. Batagor

Batagor yang terbuat dari tahu yang dilumuri tepung kemudian digoreng lalu diberi saos kacang ini nikmat sekali disajikan selagi hangat, dengan rasa saos kacang yang pedas manis sangat menggugah selera.

Harga batagor ini cukup ekonomi yaitu 5.000 rupiah per paket.


street food tahu sumedang

5. Tahu Sumedang

Tahu Sumedang sangat asyik dinikmati beramai-ramai bersama teman-teman sambil minum kopi atau aneka minuman dingin dan hangat lainnya, di pagi atau sore hari di area street food yang saat ini hanya memungkinkan untuk take away saja.

Harga per paket cukup terjangkau, yaitu 10.000 rupiah saja.


gorengan pisang

dokumen pribadi

6. Gorengan

Makanan ini sangat populer sejak dulu, selain harga yang sangat-sangat terjangkau dan tentu sangat disukai semua kalangan tanpa terkecuali. Ragam gorengan ini meliputi: ote-ote, singkong goreng, tahu goreng, pisang goreng, tempe goreng dan sebagainya.

Harga persatuan 1.000 rupiah saja namun di beberapa daerah masih menjual dengan 500 rupiah perbiji. Sangat terjangkau bukan?..

7. Odading ( Roti Goreng dan Cakue)

Karena wilayah Indonesia yang sangat luas maka terkadang disetiap kota atau daerah memiliki nama tersendiri untuk jenis makanan yang sama. Di tempat saya lebih populer disebut Roti Goreng dan Cakue. Untuk roti goreng memiliki rasa yang manis sedangkan cakue lebih gurih, makanan ini pun sangat populer di semua kalangan

Harga yang ditawarkan untuk makanan ini per biji adalah 1.000 rupiah atau 500 rupiah bergantung dari besar kecilnya ukuran.

8. Lumpia

Makanan ini memiliki varian isi beragam, mulai hanya sayuran saja ada pula isian sayuran yang ditambah dengan irisan daging ayam atau daging sapi.

Harga yang ditawarkan perbiji adalah 2500 rupiah saja.

9. Martabak

Makanan yang terbuat dari telur berserta irisan daun bawang dan campuran daging ini, memiliki beragam harga bergantung dari berapa telur yang digunakan serta campuran daging yang ada dalam isian.

Harga kisaran 25.000 – 80.000 rupiah.

baca juga: Resep Ayam Suwir Pedas Kekinian

10. Kue Leker

Makanan ini sangat disukai anak-anak, ciri khas kulitnya yang crispy dan isian pisang dicampur coklat serta gula.

Harga yang sangat terjangkau yaitu 2.000 rupiah per biji sehingga menjadikan makan street food ini sangar digenari selain rasanya yang enak.

11. Ceker pedas

Saat ini memang cita rasa pedas menjadi penambah selera makan di kalangan anak muda sehingga di kota Mojokerto, ceker pedas ini masuk ke dalam golongan street food yang banyak dijumpai dan menjadi makanan favorit anak muda.

Harga ceker pedas 10.000 rupiah per porsinya.

Nah itulah beberapa street food, yang dulu saat sebelum pandemi berlangsung kita bisa menikmati sambil nongkrong bersama teman-teman namun saat ini karena pandemi masih berlangsung kita bisa menikmatinya dengan cara take away, dan disantap dirumah bersama keluarga.

Stay safe from Corona, jangan abaikan protokol kesehatan dan jaga imunitas tubuh untuk selalu bugar dan sehat. Sampai bertemu di artikel saya selanjutnya dan semoga artikel ini bermanfaat buat kalian semua, see you..

 

23 komentar

  1. Itu semua cemilan kesukaanku juga anak-anai. Jadi laper bacanya jam segini. Murah, enak udah pasti itu alasannya.

    BalasHapus
  2. Wow banyaknya street food Indonesia. Semuanya enak-enak. Tapi aku mengurangi yang pedas sih. Suka batuk kalau terlalu pedas, walaupun justru yg bikin enak tuh yang pedas...Hehe...

    BalasHapus
  3. semuanya doyaan haha, apalagi pentol, itu enak banget. ada lagi bakso bakar, lagi happening banget di bekasi dan endolita bener. hampir tiap hari beli hahah. makasih mba sharingnya, jadi pengan jajan.

    BalasHapus
  4. Wah..semua jajanan itu saya juga suka, Mbak. Itu rangin atau kue pancong mirip bandros kalau di Bandung, rasanya asin dan biasanya dikasih toping gula halus

    BalasHapus
  5. Street food itu bahasa kerennya jajanan kaki lima kan ya? Penampakannya menggiurkan semua...

    BalasHapus
  6. Street food paling yuni sukai adalah pentol pedas. Apalagi pakai saos kacang. Rasanya mantul. Nulis ini aku jadi ngiler. Hmmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga suka sama pentol, Yun. Kalau aku lagi jajan pentol, aku tongkrongin penjualnya sambil ngedikte "Bumbunya yang banyak ya, Pak.."
      Bapaknya bilang "Iya.." tapi tetep aja dia ngasih standar bumbunya a la kadar keikhlasan dia doang, wkwkwk..

      Hapus
  7. Waduh jadi ngiler dengan street food . Semuanya enak dan murah meriah. Iya semoga covid cepat berlalu supaya bisa nongkrong sambil ngemil.

    BalasHapus
  8. Bacanya aja udah tambah bikin laper, wkwkw. Duh mau banget pengen ke festival food street cuman gara-gara pandemi ini jd gk bisa kesana lagi :(

    BalasHapus
  9. Street food emang ngangenin ya?
    Saya sering malam malam bikin supaya bisa tidur nyenyak
    Daripada terbayang bayang 😀😀

    BalasHapus
  10. Apakah cuma aku yang gak suka street food nomor 11? hehe. Tapi aku termasuk pecinta street juga lho Mba. Pada dasarnya emang doyan makan juga kali yah hehe. Ditunggu menu makanan-makanan lainnya lagi yah mba ;)

    BalasHapus
  11. Makanan di atas cemilan2 kesukaannku, paling suka kalo dah nongki di street food.
    Ahh jadi kangeen kulineran begini.Kalo sekarang kebanyakan bikin sendiri di rumaah, huhuu cari yang lebih aman.

    BalasHapus
  12. luar biasa nih di Indonesia paling banyak, belum yg jajanan khas sumatera, jawa, kalimantan, sulawesi. dimedan ada jajanan tahu isi kuah cuka, bandung batagor, palembang pempek.

    BalasHapus
  13. Kecuali Ceker Pedas, semua yang disebutkan di atas pernah saya cobain. Dan menariknya jajanan street food itu mudah dijumpai di mana-mana, ya namanya juga street food, hehe

    BalasHapus
  14. Saya juga paling ngangenin suasana 'gini' street food. Makan batagor, surabi, gorengan rame-rame sambil ngobrol tanpa was was kaya sekarang.

    BalasHapus
  15. glek, aku auto laper mba baca artikelmu malam-malam, karena itu jajanan favorit semua tuh hahahhaa

    BalasHapus
  16. Pentol itu cilok bukan ya di Bandung?
    Kue pancong juga mirip sama bandros. Saya juga termasuk penyuka street food. Kalau dari nomor 1 s.d 12, paling suka martabak. Enak walau mengandung banyak kalori hehehe

    BalasHapus
  17. Mbak itu Ranging atau Rangi? Aku kok taunya Rangi hehe. Btw batagor aku punya favorit d Cipete. Rasanya enak, 3 ribu aja udah bikini kenyang tapi sekarang abangnya pindah ke Makassar huhu

    BalasHapus
  18. street food paling ngetop kalau di tempatku pentol bakso, mbak. ada dimana-mana. dari yang bikinnya pakai campuran daging sampai tepug doang tetap laris manis

    BalasHapus
  19. Semuanya favorit aku. Kue pancong itu disini namanya kue bandros. Enak banget pagi2 di makan sama kopi..

    BalasHapus
  20. Aku pecinta street food yang memang dijual di pinggir jalan (pilih-pilih yang lumayan bersih). Yang suka sebel tuh kalau street food dengan rasa biasa aja masuk resto, harganya dikerek tinggi. Sebel pas mbayar hahahaha

    BalasHapus
  21. Semua makanan ini sudah aku coba dan beneran juara banget. Kalau pulang ke Kampung, pasti cari street food juga. Udah murah meriah, enak lagi

    BalasHapus
  22. Street food tuh emg ngangenin ya, cma klo di jkt aku jarang2 beli, cma pentol pedas nih yg aku krg suka

    BalasHapus